MONAS – Monumen Nasional Indonesia

MONAS – Monumen Nasional Indonesia

Monas: Mengunjungi Adalah Wajah di Jakarta

Monas kepanjangan dari Monumen Nasional paling identik dengan Jakarta. Berdiri yang tingginya 132 m di pusat Jakarta. Monumen Nasional menjadi landmark yang dikenal semua orang. Monumen putih dengan api emas sebagai titik perjuangan. Pengunjung-pengunjung bisa melihat pemandangan suatu kota Jakarta yang sangat megah.

Trotoar rapi anggapan monumen ini untuk jogging maupun jalan-jalan. Atau bahkan berhenti bagi sepeda adalah salah satu kegiatan yang cocok untuk pengunjung yang datang ke Monas. Monumen Nasional merupakan tempat yang tepat untuk berwisata keluarga karena harga tiket masuknya cukup murah nan terjangkau.

Inisiatif nama Monas dicetuskan oleh Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Seorang presiden Pertama ingin membangun monumen ikonik seperti yang dilakukan Gustave Eiffel di Paris. Monumen itu dibangun tidak untuk yang lain. Tapi memperingati kerja keras rakyat lakukan untuk kemerdekaan RI.

Proses Pengembangan Monumen Nasional

Makanya, Monumen Nasional bukan hanya ikon Jakarta. Tetapi juga perwakilan dari upaya besar orang Indonesia dalam memperjuangkan kebebasan mereka. Arsitektur monumen pertama kali dirancang oleh dua arsitek terbaik Indonesia. Frederich Silaban yang juga mendesain masjid suci Istiqlal dan RM Soedarsono.

Dengan kerjasama PN Adhi Karya, perusahaan pembangun prestise. Akhirnya monumen tersebut berhasil dibangun setelah proses 14 tahun. Pada 12 Januari 1975, monumen ini resmi dibuka untuk umum. Proses pembangunan Monas memakan waktu yang cukup lama.

Seluruh 14 tahun akibatnya Indonesia menghadapi banyak masalah dan tragedi. Gerakan 30 September membawa masalah besar di Indonesia. Dan mengakibatkan penghentian sementara proyek. Proyek tersebut kemudian dilanjutkan dari 1966 sampai 1968. Ditunda lagi karena masalah pendanaan.

Secara umum desain Monas merepresentasikan Lingga maupun Yoni. Pasangan langgeng yang melambangkan persatuan dalam sejarah Indonesia. Selain itu, desainnya mengusung filosofi Alu juga Lesung. Atau dikenal sebagai alat pertanian RI.

Pahatan batu di belakang monumen adalah sebuah narasi. Apalagi menceritakan sejarah kerajaan Singasari dan Majapahit. Hampir semua informasi berharga tentang sejarah Indonesia dan kerajaan yang megah terletak di sebuah monumen. Makanya, Monas hampir tidak pernah sepi pengunjung.

Orang Indonesia berasal dari kota besar di sekitar Jakarta. Orang lain yang datang dari daerah kecil di Indonesia kemungkinan besar akan sering mengunjungi Monas. Tugu ini menjadi menara paling terkemuka dalam sejarah Indonesia. Monas juga berada di urutan teratas daftar school trip di Indonesia.